Logo

Tak Lekang oleh Waktu, Makin Lawas Vinyl Makin Banyak Diburu

Blog Single

Berkat perkembangan teknologi yang kian pesat, aneka aktivitas kini dapat dilakukan jauh lebih mudah, salah satunya mendengarkan musik. Cukup membawa smartphone dan berbekal paket data, streaming musik bisa dinikmati kapan dan di mana saja.

Uniknya, di tengah digitalisasi musik, piringan hitam alias vinyl record masih menjadi salah satu media yang diburu oleh beberapa orang. Apalagi dengan adanya jargon “belum sah jadi pecinta musik kalau belum punya vinyl” membuat benda tersebut seolah tak pernah lekang oleh waktu. Setidaknya beberapa alasan ini juga ikut menguatkan mengapa semakin lawas vinyl, semakin ia banyak diburu.

Kualitas Audionya Juara

Kini di dunia music, Vinyl kembali menjadi tren karena dianggap mampu memberikan kualitas suara yang lebih alami. Bagi pecinta Vinyl, ada sebuah kepuasan tersendiri. Proses perekamannya yang dilakukan secara analog dan hanya bisa didengarkan lewat pemutar yang harus diutak-atik terlebih dahulu, ternyata memberikan kepuasan tersendiri. Mampu menampung hampir 90 persen materi rekaman yang ada dibanding CD yang hanya bisa menyimpan maksimal 50-60 persen, bikin vinyl punya kualitas audio yang lebih “nendang”.

Banyak Musisi yang Merilis Vinyl

Para musisi dalam dan luar negeri kini mulai kembali memproduksi karyanya dalam bentuk piringan hitam. Dari tanah air ada Superman Is Dead, Seringai, hingga White Shoes and The Couples Company yang merilis album musik berbentuk vinyl dalam jumlah terbatas dan biasanya langsung ludes.

Selain itu ada juga piringan hitam dari grup legendaris seperti The Beatles, Led Zeppelin, dan Rolling Stone yang banyak dirilis ulang karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Bukan hanya memperkenalkan musik dengan audio yang baik, tapi vinyl dianggap sebagai salah satu solusi jitu untuk mengatasi pembajakan yang merugikan musisi.

Desain Cover yang Unik

Buat penikmat seni, bukan hanya piring hitamnya saja yang diburu tapi juga desain cover-nya. Pembungkus vinyl memang sering didesain unik sehingga sering dijadikan elemen dekorasi ruangan, mulai dari rumah hingga café atau restoran kekinian. Tidak heran jika piringan hitam yang rusak pun bisa laku terjual selama memiliki pembungkus dengan desain bernilai seni tinggi.

Harganya Terus Melambung

Untuk membeli piringan hitam memang perlu bujet yang tak sedikit. Semakin langka vinyl yang dirilis oleh musisi terkenal, maka akan semakin mahal harganya. Apalagi jika kualitas fisik yang masih mulus dan merupakan keluaran pertama, nilainya pun bisa terus naik setiap tahunnya. Uniknya, piringan hitam produksi musisi dalam negeri dikenal punya harga jual yang lebih mahal karena jumlahnya yang sangat terbatas sehingga cukup langka.

Hobi mengoleksi dan mendengarkan lagu lewat vinyl memang bisa jadi salah satu cara refreshing yang menyenangkan bagi para pecinta musik. Setelah melalui hari penuh kesibukan, mendengarkan lagu dengan kualitas audio terbaik adalah me time yang asyik dan bisa membantu mengurangi stres pada pikiran. Jangan lupa, stres adalah salah satu faktor yang juga bisa membuat daya tahan menurun sehingga tubuh rentan mengalami gangguan kesehatan, salah satunya panas dalam.

Jika mulai mengalami gejala sariawan, bibir pecah-pecah dan sembelit, tandanya tubuh mengalami panas dalam nih. Kamu bisa mengatasinya dengan memberikan pertolongan pertama bagi tubuh kamu dengan ramuan tradisional yang sudah dipercaya dari generasi ke generasi, yaitu Larutan Penyegar Cap Badak dari Sinde.

Larutan Penyegar Cap Badak mengandung bahan alami seperti Gypsum Fibrosum dan Galcareus Spar yang aman dikonsumsi tubuh. Kemasannya praktis, yaitu dalam bentuk sachet, botol, dan kaleng yang mudah dibawa ke mana saja dan dikonsumsi kapan saja. Yuk, wariskan juga khasiat Larutan Penyegar Cap Badak untuk generasi setelah kamu!

Leave a Comment