Logo

Belajar Hubungan Ayah-Anak dalam Film Keluarga, Mana Favoritmu

Blog Single

Manisnya hubungan ayah dan anak yang dibina sejak kecil dapat menjadi memori yang menyenangkan bagi setiap anak. Peran ayah nggak hanya sebagai kepala keluarga, tapi juga seringkali ia menjadi sosok ‘superhero’ di mata anak-anaknya. Ayah bisa memperbaiki mainan yang rusak, menciptakan playground keren di taman kecil belakang rumah, sampai memberikan wejangan agar si anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan kuat.

Cerita ayah dan anak juga sering menjadi inspirasi dalam film lokal maupun Hollywood. Nggak hanya sekadar fiksi, beberapa film ini juga mengajarkan berbagai hal bermakna untuk ayah dan anak. Mana yang jadi favoritmu?

SABTU BERSAMA BAPAK

©instagram/sabtubersamabapakthemovie

 

Orang tua mana pun pasti ingin mendampingi dan melihat anak-anaknya beranjak dewasa. Tapi, nggak semua keinginan bisa berjalan sesuai harapan. Hal inilah yang menjadi premis utama film SABTU BERSAMA BAPAK yang diadaptasi dari novel karya Adhitya Mulya. Dikisahkan Gunawan Garnida (Abimana Aryasatya) divonis menderita kanker. Ia kemudian membuat video berisi pesan dan wejangan untuk anak-anaknya. Setelah kepergiannya, video ini ditonton oleh anak-anaknya setiap hari Sabtu.

Film ini memberikan pelajaran penting bahwa meskipun orang tua sudah tiada, tapi pesan dan wejangannya akan terus ‘hidup’ dalam diri anak-anaknya. Meskipun video tersebut nggak bisa menggantikan kehadiran sang ayah, tapi rutinitas setiap Sabtu sore ini membuat mereka bisa kembali merasakan kehadiran ayah tercinta walaupun hanya sesaat.

KELUARGA CEMARA

©Instagram/filmkeluargacemara

Film yang jadi remake dari serial populer di tahun 90an ini kembali meraih kesuksesan ketika ditayangkan 3 Januari 2019 lalu. Disutradarai oleh Yandy Laurens, ada banyak pelajaran dan nilai-nilai keluarga yang bisa dipetik dalam film tersebut. Ceritanya memang dibuat sedikit berbeda dan modern jika dibandingkan dengan serial televisinya, tapi sangat related dengan kehidupan keluarga masa kini.

Diceritakan kehidupan keluarga Abah, Emak, Euis, dan Ara yang semula baik-baik saja jadi berubah sejak Abah bangkrut. Mereka pindah ke desa dengan rumah yang lebih kecil. Sempat ada konflik di masa-masa sulit yang mereka hadapi, seperti Euis yang sulit menerima perubahan kondisi keluarganya. Tapi, KELUARGA CEMARA berhasil menggambarkan kebahagiaan yang juga bisa dirasakan meski di tengah kesederhanaan. Nggak hanya itu, keluarga bukan hanya tanggung jawab sosok ayah semata. Setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawab untuk membangun ‘keluarga’ yang rukun dan harmonis.

THE PURSUIT OF HAPPINESS

Siapapun yang pernah nonton film ini pasti dibikin terharu dengan kisah hubungan ayah-anak yang ditampilkan. Dibintangi oleh Will Smith dan Jaden Smith yang memang father and son in real life, banyak pelajaran tentang perjuangan seorang ayah yang bisa dipetik di sini. Cerita berawal dari Chris Gardner (Will Smith), seorang single father dengan kondisi keuangan buruk dan pekerjaan yang serba tidak pasti. Ia berjuang menjadi seorang sales alat kesehatan demi menghidupi putra satu-satunya, Christopher (Jaden Smith).

Berbagai masa sulit datang tanpa henti, tapi Chris yang pantang menyerah percaya bahwa suatu saat ia bisa sukses demi sang anak. Hingga akhirnya kesuksesan benar-benar datang padanya. Film ini memberikan gambaran bagaimana seorang ayah siap melakukan apa saja demi kebahagiaan sang anak.

MIRACLE IN CELL NO 7

Film populer Korea Selatan yang satu ini dijamin menguras air mata. Ceritanya tentang kehidupan Lee Yong Goo, seorang ayah tunggal yang memiliki keterbelakangan mental dan hidup bersama putri kecilnya, Ye Seung. Keduanya saling menyayangi satu sama lain. Meskipun masih kecil, Ye Seung sangat memahami kondisi ayahnya dan sering membantu tugas sehari-harinya.

Hingga suatu hari, Lee Yong Goo dituduh terlibat dalam sebuah kasus yang membuatnya harus masuk penjara. Konflik keluarga pun mulai muncul saat ayah dan sang anak terpisah. Meskipun mengalami hari-hari berat di penjara, tapi perlahan teman-teman sesama narapidana dan sipir mulai mengetahui bahwa ia sebenarnya tidak bersalah.

Ye Seung pun tumbuh besar dan berhubungan baik dengan teman-teman ayahnya semasa di penjara. Hingga sampai ia dewasa, Ye Seung berhasil membuktikan bahwa ayahnya tidak bersalah, meskipun saat itu sang ayah sudah meninggal.

Setiap ayah dan anak memiliki cerita manis tentang hubungan mereka versi masing-masing. Meskipun dengan latar belakang berbeda, tapi satu hal yang pasti adalah selalu ada rasa cinta dan kasih sayang antara ayah dan anaknya. Banyak momen tak terlupakan, seperti ‘warisan’ dari ayah untuk anak berupa wejangan dan pesan-pesan yang berguna saat anak beranjak dewasa. Misalnya, seperti pesan ayah untuk selalu mengonsumsi Larutan Penyegar Cap Badak dari Sinde saat mengalami gejala panas dalam yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Leave a Comment